Selasa, 17 September 2013

HealthTips: Kebanyakan Makan Gula Bikin Tubuh Gemuk, Kulit Juga Cepat Keriput


Kebanyakan Makan Gula Bikin Tubuh Gemuk, Kulit Juga Cepat Keriput

Hestianingsih - wolipop


img
dok. Thinkstock
Jakarta - Mengonsumsi makanan bergula secara berlebihan tidak hanya membuat tubuh Anda menggemuk dan kelebihan berat badan. Konsumsi gula yang terlalu banyak ternyata juga berdampak buruk pada kecantikan kulit. Mulai dari wajah kusam hingga munculnya kerutan. Kok bisa?

Ketika gula di aliran darah bereaksi dengan protein, akan terjadi proses glycation. Yaitu terbentuknya molekul baru yang disebut advanced glycation end (AGE). Molekul ini bersifat merugikan dan berdampak buruk bagi jaringan sel di sekitarnya. Semakin banyak gula yang dikonsumsi, akan semakin banyak pula AGE yang terbentuk. Jaringan yang paling rentan terkena dampak buruk AGE adalan kolagen dan elastin. Dua jenis protein ini berfungsi menjaga kulit tetap kenyal, berisi dan kencang.

Tapi ketika bereaksi dengan glukosa yang berlebihan, kolagen dan elastin menjadi kaku dan tidak lagi fleksibel. "Kerusakan ini akan menyebabkan timbulnya garis-garis halus dan kerutan serta membuat wajah terlihat pucat," ujar Doris J. Day, M.D., clinical associate professor of dermatology di New York University Langone Medical Center.

Lebih dari itu, AGE juga memengaruhi produksi kolagen dan elastin baru, sehingga membuat proses perbaikan dan pembaharuan kulit lebih sulit. Pembentukan AGE mustahil dihentikan, tapi bisa diperlambat. Pencegahan adalah kuncinya. Ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah penuaan kulit akibat konsumsi gula berlebihan yang dipaparkan Mark Rubin, M.D., assistant professor of dermatology di University of California, seperti dikutip dari Shape. 

1. Kurangi Konsumsi Gula
Gula tidak hanya terdapat dalam makanan manis seperti cake, permen, cokelat atau es krim. Gula juga terkandung di nasi, buah-buahan, sayuran bahkan roti gandum. Untuk itu Anda perlu membatasi konsumsinya. Usahakan mengonsumsi gula tambahan (gula pasir, gula cair, caramel, dan sebagainya) maksimal hanya 100 kalori per hari (sekitar 6 sendok teh gula pasir). Lebih dari itu setiap hari, siap-siap menua lebih cepat.

2. Cara Memasak yang Benar
"Bicara soal pembentukan AGE di dalam makanan, kelembaban yang utama," ujar Mark. Makanan yang dimasak dengan suhu yang kering dan panas tinggi (panggang, bakar, goreng) memiliki kadar AGE yang tinggi juga. Makanan tersebut tidak baik untuk kulit. Sebaliknya, makanan yang diolah dengan cara direbus atau kukus lebih bersahabat bagi kulit. Sebagai contoh, sereal bijirin beras mengandung 220 kali lebih banyak AGE per gram dibandingkan nasi yang dikukus. Dan telur mata sapi atau dadar memiliki AGE 62 kali lebih banyak ketimbang telur rebus.

3. Gunakan Tabir Surya
Pembentukan AGE akan lebih banyak terjadi pada kulit yang terekspos matahari tanpa perlindungan, begitu menurut studi yang dilakukan British Journal of Dermatology. AGE juga berpotensi 'me-nonaktifkan' antioksidan alami di tubuh sehingga kulit lebih rentan rusak akibat paparan sinar matahari. Untuk itu, disarankan Anda menggunakan tabir surya dengan minimal 30 SPF saat di dalam maupun luar ruangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar